http://penanusantara.com/2012/12/catatan-kepala-panci/
Selasa, 04 Desember 2012
Catatan Kepala Panci 32
teman,,, kemarin aku dituduh yang enggak enggak soal status yang aku buat di facebookku. mengapa mereka begitu mudah merasa dan terasa, padahal itu ya hanya status biasa. sudahlah,, terserah apa tanggapannya.
Senin, 19 November 2012
aku takut
ketika kaki tak lagi setegar tiang baja
ketika mulut tak bisa berkata jujur
ketika jiwa dan raga tak berharga lagi
aku takut. . .
aku belum siap. . .
ijinkan aku membuat mereka tersenyum
berikan aku waktu untuk membuat mereka rindu padaku
akan ku tulis di ujung langit sana
semua kenangan hitam putih waktuku
gantungkanlah langit lebih tinggi
jangan Kau hamburkan gunung gunung itu diwaktu mereka
hembuskan kesejukan lindunganMu
dibawah tanganMu
Minggu, 18 November 2012
Widuri
Sebuah kabupaten kecil yang menyimpan sejuta pesona, Kabupaten Pemalang, letaknya yang strategis berada di jalur utama pantura membuat kabupaten ini menjadi cukup ramai oleh arus mobilisasi manusia. Namun belum banyak yang tahu akan apa yang ada didalamnya.
salah satu tempat yang khas di Pemalang yaitu pantai Widuri, pantai yang terkenal seantero negeri itu ternyata terletak di kabupaten yang kecil ini. bertetangga dengan kabupaten Pekalongan yang khas dengan Batiknya, dan kabupaten Tegal tak menyurutkan minat wisatawan untuk sekedar singgah ke pantai Widuri.
Kamis, 15 November 2012
30 Februari
sedikit
bahkan sekali
terdiam
hingga sunyi
merantau hati
mencari janji
tengoklah sedikit
sedikit saja kesana
langit pun tertawa
kau tahu kenapa?
kenapa?
karena ia tahu
tahu apa?
yang ia tahu, kau harus berhenti
cukup disini, tak perlu berlari
lagi
hingga bayangan jatuh
pada 30 februari
hingga bunga sakura mekar
didinginnya salju
jika malam tahu
ia takkan membiarkanmu
menerawang pekatnya udara
lantas, aku harus apa?
dengarkan saja jarum jam berbicara
pandang kertas diujung sana
lihat dia meracau tak jelas
percaya akan skenarioNya
ingat saat sore itu
cukup ingat saja
karena awal singkat kemarin
hari ini sepi
besok akhir selamanya
bahkan sekali
terdiam
hingga sunyi
merantau hati
mencari janji
tengoklah sedikit
sedikit saja kesana
langit pun tertawa
kau tahu kenapa?
kenapa?
karena ia tahu
tahu apa?
yang ia tahu, kau harus berhenti
cukup disini, tak perlu berlari
lagi
hingga bayangan jatuh
pada 30 februari
hingga bunga sakura mekar
didinginnya salju
jika malam tahu
ia takkan membiarkanmu
menerawang pekatnya udara
lantas, aku harus apa?
dengarkan saja jarum jam berbicara
pandang kertas diujung sana
lihat dia meracau tak jelas
percaya akan skenarioNya
ingat saat sore itu
cukup ingat saja
karena awal singkat kemarin
hari ini sepi
besok akhir selamanya
Langganan:
Postingan (Atom)
